Langsung ke konten utama

#TIPS : Cara Agar Tidak Mudah Membuang Makanan

Gambar : Buat sendiri juga hehehe

      Holaa!! Ini dia chapter lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang reminder itu lohh... sebetulnya ini tips jadi satu sama tulisan itu, tapi.... berhubung keliatannya banyak banget akhirnya gue pisahin aja mereka wkwkw yaa sekaligus bikin topik baru lah yaa hehehe. 
      Tips ini Insya Allah original dari diri gue sendiri, makanya cuma sedikit hehehe, beberapa ada yang merupakan omongan orang-orang disekitar gue, entah itu abang-abang lewat, orangtua gue, dan salah satunya yang gue ingat itu dari seorang prajurit TNI AD yang waktu itu berpartner sama sekolah gue untuk pelatihan LDKS gitu, cari sendiri yaa apaan tuh LDKS wkwkwkw... Tips nya emang cuma sedikit, tapi semoga bisa bermanfaat, yaa minimal bisa jadi bahan bacaan kalian yaa. 
        Okay, ini dia tips yang bisa gue bagi untuk mengatasi masalah membuang makanan tadi, but this tips only happen jika dilakukan dengan niat untuk berubah yaa gaes…
  • Pesan, beli, atau ambil makanan secukupnya

Belilah atau ambilah porsi makanan sesuai dengan kapasitas mu, makan berlebihan kan juga nggak baik, sesuaikan porsinya misal dengan memperkirakan apakah kamu akan mampu menghabiskannya sendiri atau tidak. Lebih baik mengambil makanan sedikit tapi kamu bisa menghabiskannya, daripada kalap lalu dibuang begitu saja, sama aja kayak buang duit.
  • Berbagi dengan teman

Kalau kejadiannya mau makan sama temen-temen di suatu Mall atau Restoran atau Café, pasti ada aja kejadian masing-masing pengen pesen ini itu, dan akhirnya jadi banyak banget makanan di meja. Salah satu cara yang biasa gue lakukan adalah, berbagi makanan, jadi masing-masing dari kita pesan satu makanan utama yang menunya berbeda, tujuannya supaya kita bisa saling berbagi dan mencicipi makanan yang lain tanpa harus memesan satu porsi. Terus kalau memang ingin makanan ringan atau dessert, coba tanyakan ke pelayan seberapa porsinya, kalau cukup dimakan bersama pesanlah satu untuk semua. Toh sebenarnya yang diinginkan dari seorang yang laper mata itu yaa Cuma mencicipi rasa makanannya aja. Dari tips yang ini, manfaat lain adalah kita jadi makin dekat dengan teman-teman kita, coba deh dan pasti budget makan juga jadi sama rata hehehe.
  • Jangan langsung dibuang

Istilah dibuang sayang harus diterapkan nih, kalau kita beli makanan dengan porsi berlebih misalnya, jangan dipikir langsung dibuang. Cek dahulu kondisi makanannya, kalau dirasa masih bisa dimakan sampai besok, simpan saja. Taruh di kulkas dan hangatkan lagi esok hari, lumayan kan hemat. Tapi jika makanan yang kamu beli dirasa nggak bisa disimpan buat besok, lebih baik berikan kepada yang membutuhkan, misalnya dibungkus rapih dan berikan ke tetangga, atau ke orang yang butuh di pinggir jalan yang kamu temui. Tapi pastikan bukan makanan sisa dan jelas masih layak dimakan. Alhamdulillah kamu akan dapat pahala lagi.
  • Tanamkan rasa malu

Ini niatnya, niatkan pada dirimu untuk berhenti jadi orang yang lapar mata, tanamkan rasa malu kalau sampai kamu membuang makanan. Bayangkan apa yang akan terjadi jikalau rasa lapar mata ini mulai muncul, bayangin aja misal kalau makananya nggak kemakan, berarti kamu bakal buang, terus kamu sama saja membunuh satu orang yang sedang kelaparan. Agak sadis analoginya tapi bisa dicoba.
  • Jangan sering posting makanan

Kalau postingan kamu ditujukan untuk me-review tempat makan, harga, fasilitas dan menunya sebagai bahan rekomendasi silahkan, karena itu akan sangat bermanfaat untuk orang lain, atau postingan ditujukan untuk melatih skill food photography mu agar bisa di-hier perusahaan, itu juga boleh. Kembalikan ke niat kalian dan bagaimana melaksanakannya.
      
      Nah, cukup sekian tips ala penulis (mau nulis ala kadarnya sebenernya wkwkw) semoga bisa bermanfaat, kalau ada kritik dan saran boleh disampaikan di kolom komentar jika Anda membacanya hehehe, terima kasih...ツ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Rindu Untuk Yogyakarta

Entah sudah berapa kali dalam hidupku kembali ke kota nan ramah tersebut, kehangatan yang ditawarkan berbalut keramahan, cinta dalam keluarga besar yang selalu menanti, terik mentari dan kadang hujan yang menyambut, bagiku semua itu tak pernah berubah. Ada kalanya waktu berganti, usia bertambah, tapi separuh darahku tetap terdiri dari kota tersebut. Meski Jakarta yang telah membesarkanku dalam kerasnya metropolitan, sejujurnya tak ada alasan untukku merindukannya.  Dusun Pleret Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo, sebuah desa kecil di wilayah pantai selatan Yogyakarta, lalu lintasnya berada di jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Purworejo dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat dimana keberagaman yang sesungguhnya bisa kita dapatkan, tempat dimana hamparan "tegalan" alias kebun digelar disepanjang jalan. Tempat dimana pantai dan lautnya yang menggeliatkan gemuruh ombak bisa bersanding hangat dengan pegunungan Menoreh dan jajaran dataran tinggi dalam satu...

#REMINDER : Masih Banyak yang Lapar

Gambar : Buat sendiri hehehe        Assalamualaikum, I’m back to my blog! Okay, kali ini kita cerita yang ringan tapi semoga bisa menjadi pengingat buat kita seperti judulnya. Berbeda dari tulisan-tulisan sebelumnya yang lebih drama hehehe, alias lebih puitis dan sebagainya, kali ini mau nulis sesuatu yang sederhana, dengan bahasa yang juga sederhana. Semoga berkesan, mau dibaca atau tidak, yaa ini kan blog saya, paling juga saya yang baca hehehehe…             Jadi sesuai judulnya “Masih Banyak yang Lapar”, gue bukan mau me- review tentang makanan, tempat makan, or etc. Tapi lebih ke gimana caranya kita bisa menghargai makanan dengan semestinya. Kenapa demikian? Karena entah kenapa gue ngerasa beberapa manusia yang gue temui terlalu sering menghamburkan makanan dengan berbagai alasan klise seperti “Gue udah kenyang.” Atau “Iya tadi belinya kebanyakan, abis keliatannya enak-enak.” Atau yang lebih parah “...