![]() |
| Gambar : Buat sendiri hehehe |
Assalamualaikum,
I’m back to my blog! Okay, kali ini kita cerita yang ringan tapi semoga bisa
menjadi pengingat buat kita seperti judulnya. Berbeda dari tulisan-tulisan
sebelumnya yang lebih drama hehehe, alias lebih puitis dan sebagainya, kali ini
mau nulis sesuatu yang sederhana, dengan bahasa yang juga sederhana. Semoga
berkesan, mau dibaca atau tidak, yaa ini kan blog saya, paling juga saya yang
baca hehehehe…
Jadi sesuai judulnya “Masih Banyak
yang Lapar”, gue bukan mau me-review tentang
makanan, tempat makan, or etc. Tapi lebih ke gimana caranya kita bisa
menghargai makanan dengan semestinya. Kenapa demikian? Karena entah kenapa gue
ngerasa beberapa manusia yang gue temui terlalu sering menghamburkan makanan
dengan berbagai alasan klise seperti “Gue
udah kenyang.” Atau “Iya tadi belinya
kebanyakan, abis keliatannya enak-enak.” Atau yang lebih parah “Lah biarin, kan gue yang beli, kalo nggak
abis yaudah!” yang barusan respon paling nyebelin sih, kan kita tujuannya
ngasih tau. Jujur gue nggak habis pikir sama mereka-mereka yang menjadi contoh
barusan, kenapa sih harus makanan yang dijadikan objek. Well, gue bukan orang yang mendewakan makanan dengan segala
sisinya, tapi gue cenderung nggak suka kalau harus ngebuang makanan gitu aja,
apalagi dengan alasan diatas.
Disini gue menyimpulkan dua hal yang paling umum gue temuin yaa, okay let's start the first.
Disini gue menyimpulkan dua hal yang paling umum gue temuin yaa, okay let's start the first.
- LAPAR MATA
![]() |
| Gambar 1 : health.kompas.com from Google Images |
Singkatnya, mata kita bakal
menangkap apa yang ada disekeliling kita, dari tangkapan tersebut, terkirim
sinyal ke otak untuk merespon apa yang kita lihat, kalau kita lihat gerobak
siomay dengan asap yang mengepul dari panci siomay yang dibuka, terus bau khas
ikan kecium, ya otomatis, otak akan ngeluarin pertanda lapar, padahal mungkin
kamu udah makan sebelumnya. Itu baru dari satu contoh ngeliat gerobak siomay,
coba kalo disepanjang jalan ada puluhan gerobak atau gerai makanan yang
menggoda, gimana? Jalan sedikit ngeliat logo M*D atau logo kakek-kakek penjual
ayam goreng, lebih laper lagi kan? Ini salah satu hal yang bikin manusia
berperilaku makin konsumtif, tapi sebagian besar perilaku konsumtif ini justru
punya dampak kurang baik. Contoh paling umum yaa manusia jadi pribadi yang
boros, belum lagi kalau dampaknya ke kesehatan, kayak obesitas, atau penyakit
lainnya yang mostly ditimbullkan dari
perilaku konsumsi fast food berlebihan.
But
guys, tahukah kalian berapa banyak manusia yang masih butuh makanan diluar
sana? Jawabannya buaaaanyyaaaaakk banget. Teman-teman kita di benua Afrika sana
contoh besar permasalahan kelaparan di dunia. Tapi nggak usah jauh-jauh nengok
kesana, kita sendiri pernah nggak ngeliat orang disekitar kita yang kebutuhan
ekonominya susah, tetangga kita, tukang sampah, pemulung, dan sebagainya yang
mungkin punya permasalahan ekonomi. Banyak loh yang harus puasa, bukan karena
alasan ibadah, tapi yaa karena mereka nggak punya uang atau makanan. Kalaupun
ada yaa mungkin harus dibagi ber-sekian jumlah anggota keluarga. Udah pernah
denger kasus gizi buruk suku Asmat di Papua sana kan? Ironis kan, kita yang
hidup di kota besar kayak gini, ternyata terlalu banyak ngebuang makanan,
padahal uang yang kita hamburin bisa aja buat makan mereka beberapa kali.
Sekali lagi gue nggak bermaksud menggurui, gue cuma mengutarakan kalo ini yang
gue rasain kalau kalian atau kita ngebuang makanan percuma.
- FOOD AT SOCIAL MEDIA
![]() |
| Gambar 2 : papilleclandestine.it from Google Images |
Nah, gue sebetulnya punya sedikit tips yang mungkin bisa ngebantu untuk setidaknya menekan rasa lapar mata dan apa yang udah gue sampein tadi. Beberapa dari tips ini juga udah gue lakuin bareng temen-temen gue, tapi di chapter selanjutnya yaa hehehe
Okay, udah panjang banget nih
remindernya wkwkwk, semoga apa yang gue tulis bisa jadi manfaat untuk kita
bersama yaa…
Wassalamualaikum,
see you next time!



Komentar
Posting Komentar