Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Doctor, Forester, and Finally I'm a Midwife part 2

Sampai pada pembahasan untuk jadi seorang ahli Kehutanan pada bagian sebelumnya, kali ini akan ku tuntaskan bagaimana tujuan akhir cita-citaku. Aku tipikal orang yang setia pada satu hal sampai hanya keadaan atau takdir yang dapat merubah keinginanku. Kata orangtua ku aku cukup keras kepala terutama untuk hal seperti ini. Keteguhan ku untuk jadi rimbawan membawa ku pada pilihan akhir di kelas 12, sama seperti remaja lain yang sibuk mencari kampus sana sini dan menimbang nasibnya dengan segudang ujian, aku pun melakukan hal yang sama. Dari kecil cita-cita ku adalah kuliah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sebuah kampus tertua di Indonesia dengan kualitas dunia, biaya hidup murah, keluarga besar disana, apa yang kurang dari tempat tersebut buatku. Satu hal, sekolah SMA ku memang tidak memberi peluang besar untuk tembus jalur SNMPTN disana, kecil kemungkinannya, that's why aku juga berusaha untuk belajar supaya tembus SBMPTN sebagai jalur masuk kesana. Tapi, lagi-lagi terlena de...

Doctor, Forester, and Finally I'm a Midwife part 1

Semua manusia punya cita-cita, seperti hendak jadi apakah ia saat dewasa kelak, dan biasanya semua sudah dibangun sejak masa kanak-kanak. Sering kita mendengar pertanyaan dari guru TK "Kalau sudah besar cita-citanya mau jadi apa?" Dokter, Presiden, Insinyur, Polisi, dan beragam profesi umum yang anak-anak ketahui. Menjadi hal yang sah bagi mereka untuk bermimpi, membayangkan posisinya kelak. Meski masa depan masih terlalu buram untuk sekadar ditebak, setidaknya mereka punya tujuan bukan hanya mengikuti arus sampai mati. Yaa walau pada dewasa nanti semua bisa saja berubah. Hebat ku akui jika ada yang konsisten dengan cita-citanya sejak ia melek huruf sampai berhasil mendapatkannya.  People change, semua berubah tidak ada yang bisa menerka sebuah perubahan akan terjadi, dan sebetulnya itu lumrah. Sepanjang hidupnya, manusia menemukan beragam hal dan pengalaman baru yang juga membuat pemikiran mereka tentang masa depan berubah. Tantangan baru, dan kegagalan jadi penyebab m...

Sepenggal Rindu Untuk Yogyakarta

Entah sudah berapa kali dalam hidupku kembali ke kota nan ramah tersebut, kehangatan yang ditawarkan berbalut keramahan, cinta dalam keluarga besar yang selalu menanti, terik mentari dan kadang hujan yang menyambut, bagiku semua itu tak pernah berubah. Ada kalanya waktu berganti, usia bertambah, tapi separuh darahku tetap terdiri dari kota tersebut. Meski Jakarta yang telah membesarkanku dalam kerasnya metropolitan, sejujurnya tak ada alasan untukku merindukannya.  Dusun Pleret Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo, sebuah desa kecil di wilayah pantai selatan Yogyakarta, lalu lintasnya berada di jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Purworejo dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat dimana keberagaman yang sesungguhnya bisa kita dapatkan, tempat dimana hamparan "tegalan" alias kebun digelar disepanjang jalan. Tempat dimana pantai dan lautnya yang menggeliatkan gemuruh ombak bisa bersanding hangat dengan pegunungan Menoreh dan jajaran dataran tinggi dalam satu...